Dalam masyarakat Islam di beberapa negara terdapatkelompok-kelompok yang meragukan otoritas hadits sebagaisumber kedua penetapan hukum Islam. Di negara kita, ada suatugolongan yang menanamkan dirinya kaum "Inkar al-Sunnah".Karena sikap mereka menolak perlunya kaum muslim berpegangpada sunnah, maka golongan ini menjadi sasaran kritik paraulama dan tokoh Islam. Pada banyak kasus mungkin terjadi semacam kekacauan akibatkecenderungan masyarakat untuk menyamakan begitu saja antarasunnah dan hadits. Sudah jelas, di antara keduanya terdapatjalinan yang erat, namun sesungguhnya tidaklah identik. Yangpertama (sunnah) mengandung pengertian yang lebih luasdaripada yang kedua (hadits). Bahkan dapat dikatakan bahwasunnah mengandung makna yang lebih prinsipil daripada hadits.Sebab yang disebutkan sebagai sumber kedua sesudah Kitab Sucial-Qur'an ialah sunnah, bukan hadits, sebagaimana seringdituturkan tentang adanya sabda Nabi saw. "Aku tinggalkan diantara kalian dua perkara, yang kamu tidak akan sesat selamaberpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan sunnah RasulNya." Tapi sekarang ini sunnah memang tidak dapat dibedakan darihadits, demikian pula sebaliknya. Jika seseorang menyebut"sunnah" maka dengan sendirinya akan terbayang padanyasejumlah kitab koleksi sabda Nabi. Yang paling terkenal diantaranya ialah dua kitab koleksi oleh al-Bukhari dan Muslim(disebut al-Shahihayn, "Dua Yang Sahih"), dan yang lengkapnyameliputi pula kitab-kitab koleksi oleh Ibn Majah, Abu Dawud,al-Turmudzi dan al-Nasa'i. Tapi sebelum mereka sudah adaseorang kolektor hadits yang amat kenamaan dan berpengaruhbesar yaitu sarjana dan pemikir dari Madinah, Malik Ibn Anas(pendiri madzhab Maliki, wafat 179 H.) yang menghasilkan kitabhadits al-Muwaththa'. Berdasarkan sabda Nabi tentang Kitab dan sunnah di atas, padaprinsipnya sikap ingkar pada sunnah tidak dapat dibenarkan.Tapi ingkar kepada hadits, sekalipun jelas tidak dapatdilakukan secara umum tanpa penelitian tentang hadits tertentumana yang dimaksud, telah terjadi dalam kurun waktu yangpanjang pada golongan-golongan tertentu Islam seperti kaumMu'tazilah. Oleh karena dampak masalah ini dalam usahapenetapan hukum (tasyri') sangat besar dan penting, makakajian kesejarahan tentang evolusi pengertian sunnah --yangdiungkapkan Nabi meski secara tersirat-- diharapkan akan dapatmembantu memperjelas persoalan. Perjalanan sejarahperkembangan dan perubahan itu sendiri cukup panjang danrumit. Tapi jika kita berhasil melepaskan diri dari dogmatismeyang menerima begitu saja pengertian-pengertian mapan tentangapa yang terjadi di masa lampau, maka dari celah-celah sejarahitu kita akan dapat menarik "benang merah" yang memberikankejelasan tentang perkembangan dan perubahan itu.
Tags:
Pengetahuan