Penarikan Aktiva - Dalam kondisi kondisi tertentu, suatu perusahaan menghadapi kondisi yang tak biasa dalam operasinya hingga mengharuskan atau memutuskan untuk melakukan PENJUALAN ASET TETAP.
Padahal, tujuan awal perusahaan dalam membeli aset tetap tersebut adalah untuk digunakan dalam operasi perusahaan selama umur manfaat ekonominya demi mempertahankan kelangsungan usaha.
Baik itu untuk tempat, peralatan, untuk produksi maupun kegunaan lainnya.
Intinya aset tetap pada awalnya tidak ditujukan untuk di jual kembali.
Bagaimana prosedur dan perlakuan akuntansi-nya?
Beberapa catatan tambahan:
PT. Bunaji memakai metode garis lurus dalam perhitungan penyusutan aset tetap tanpa nilai sisa (nilai residu).
Mesin diperkirakan memiliki umur ekonomis 10 Tahun.
Berikut posisi Aset Mesin PT Bunaji per 31 Des 2014 :
Padahal, tujuan awal perusahaan dalam membeli aset tetap tersebut adalah untuk digunakan dalam operasi perusahaan selama umur manfaat ekonominya demi mempertahankan kelangsungan usaha.
Baik itu untuk tempat, peralatan, untuk produksi maupun kegunaan lainnya.
Intinya aset tetap pada awalnya tidak ditujukan untuk di jual kembali.
![]() |
Penghapusan Aktiva Tetap |
Dalam kondisi tertentu, banyak alasan perusahaan harus memutuskan untuk melakukan penjualan aset tetap, kondisi kondisi seperti:
- Perusahaan berganti jenis produk, sehingga mesin atau peralatan tertentu tidak dapat digunakan dan mubazir
- Membutuhkan dana atau kekurangan dana, untuk bayar utang atau modal kerja
- Perusahaan ditutup karena alasan tertentu dan tidak berproduksi kembali
- Upgrade aktiva tetap, misal mobil yang sudah tua tua yang maintenance mahal diganti dengan yang baru, atau komputer yang sudah tidak mendukung lagi diganti dengan yang lebih canggih
Bagaimana prosedur dan perlakuan akuntansi-nya?
Perlakuan Akuntansi Pejualan Aset Tetap
Dua langkah yang dilakukan dalam prosedur penjualan aset tetap:
- Update nilai buku aset tetap yang dijual
- Hapus aset tetap
Tentu juga dengan beberapa beberapa langkah detilnya
Contoh Kasus:
Pada tanggal 6 Juli 2015, PT.Bunaji menjual mesin produksi-nya dengan harga Rp 150.000.000.
Mesin ini di beli pada 02 February 2012 dan saat itu harga pembeliannya menghabiskan Rp 240.000.000.
Pada tanggal 6 Juli 2015, PT.Bunaji menjual mesin produksi-nya dengan harga Rp 150.000.000.
Mesin ini di beli pada 02 February 2012 dan saat itu harga pembeliannya menghabiskan Rp 240.000.000.
Beberapa catatan tambahan:
PT. Bunaji memakai metode garis lurus dalam perhitungan penyusutan aset tetap tanpa nilai sisa (nilai residu).
Mesin diperkirakan memiliki umur ekonomis 10 Tahun.
Berikut posisi Aset Mesin PT Bunaji per 31 Des 2014 :
Harga Perolehan | = | Rp 240.000.000 | |
Akumulasi Penyusutan | = | Rp 70.000.000 | (-) |
Nilai Buku Mesin | = | Rp 170.000.000 |
Baca juga: Penyusutan Metode Garis Lurus
Langkah Langkahnya:
# 1. Update nilai buku aset tetap
- Menghitung penyusutan dari tangal 01 Januari – 6 Juli 2015Penyusutan hanya dihitung hingga bulan juni saja.
Lalu jurnal beban penyusutan tersebut :
Dan nilai buku aktiva tetap mesin per 6 Juli 2015 adalah :
Langkah berikutnya adalah penghapusan
Apabila ada kesalahan atau kekeliruan pada tulisan, penjumlahan dan yang lainnya pada tulisan ini, silahkan tinggalkan komentar :)
Penyusutan 1 Jan - 6 Juli 2015 | = | 6/12 x (Rp 240.000.000/10) |
= | Rp 12.000.000 |
Lalu jurnal beban penyusutan tersebut :
Debit | | | Depreciation | Rp 12.000.000 | ||
Kredit | | | Accumulated Depreciation | Rp 12.000.000 |
Jurnal tersebut menambah biaya penyusutan dan menambah akumulasi penyusutan mesin sebesar Rp 12.000.000
Sehingga "Accum Deprec Mesin" per tanggal 6 Juli 2015 adalah sebagai berikut :
Sehingga "Accum Deprec Mesin" per tanggal 6 Juli 2015 adalah sebagai berikut :
Accum. Deprec. Mesin / 6 juli 2015 | = | Accum Deprec per 31 Dec 2014 + Accum Deprec 01 Jan - 6 Juli '15 |
= | Rp 70.000.000 + Rp 12.000.000 | |
= | Rp 82.000.000 |
Dan nilai buku aktiva tetap mesin per 6 Juli 2015 adalah :
Nilai buku mesin per 6 Juli 2015 | = | Rp 240.000.000 – Rp 82.000.000 |
= | Rp 158.000.000 |
Langkah berikutnya adalah penghapusan
# 2. Penghapusan aktiva tetap mesin
Aset tetap mesin dihapus dengan jurnal :
Kas / Piutang | Rp 150.000.000 | |||
Accum Deprec Mesin | Rp 82.000.000 | |||
Rugi Penjualan Aktiva | Rp 8.000.000 | |||
Aktiva Tetap Mesin | Rp 240.000.000 |
Notes:
- Menghapus aset tetap mesin dan juga akumulasi penyusutannya. penghapusan ini terjadi karena posting aset tetap mesin dimasukkan di kredit dan akumulasi penyusutan dicatat ke sisi debit.
- Mencatat kas masuk/mengakui piutang sebesar harga penjualan. Jika transaksi penjualannya dibayar tunai, maka akun kas yang di pakai, tetapi jika opsinya penjualan secara kredit, maka piutang yang dipakai.
- Mengakui rugi penjualan aset tetap mesin sebesar selisih nilai buku terbaru/terupdate dengan harga nilai penjualan
Bagaimana jika aset tetap dijual dengan harga diatas nilai buku aktiva setelah di update?
Ya tinggal di balik saja jurnalnya, dari rugi menjadi akun laba
Ya tinggal di balik saja jurnalnya, dari rugi menjadi akun laba
# 3. Pelaporan laba-rugi penjualan aset tetap
Laba/rugi penjualan aset tetap dilaporkan dalam laporan laba rugi, didalam klasifikasi pendapatan lain lain.Apabila ada kesalahan atau kekeliruan pada tulisan, penjumlahan dan yang lainnya pada tulisan ini, silahkan tinggalkan komentar :)